Jumat, 27 Mei 2011

ASKEP : Ekstraksi Vacum

EKSTRAKSI VAKUM


  1. PENGERTIAN

            Ekstraksi vakum adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi tekanan negative ( vakum ) pada bagian kepalanya. Tekhnik ini hampir sama dengan forsep namun yang membedakannya tekhnik penggunaan forsep penarikan dilakukan dari kedua sisi samping kepala janin/basis cranii sedangkan pada ekstraksi vakum janin di tarik dengan memasang cup pada bagian terdepan dari kepala janin sehingga dapat dikatakan janin ditarik keluar pada rambutnya.
            Vakum ekstraksi ini sendiri pertama kali diperkenanlkan oleh Malmstrom pada tahun 1956, menurutnya pengunaan alat ini cenderung lebih dominan daripada penggunaan forsep jika alat ini digunakan oleh orang yang terlatih dan terampil.
  1. INDIKASI
            Vakum ekstraksi diindikasikan pada ibu inpartu dengan kondisi :
  • Partus tidak maju
  • Gawat janin yang ringan
  • Partus lama kala II: kelelahan ibu (dapat dilihat dengan dehidrasi ringan,   nadi >100X/menit, urine pekat)
  • Toksemia gravidarum
  • Ruptura uteri imminens
  • Mempersingkat kala II pada ibu yang tidak boleh mengedan lama seperti   ibu yang menderita vitium cordis, anemia, koch pulmonum, astma
  • Udema porsio uteri
  1. KONTRAINDIKASI
            Kontraindikasi pada vakum ekstraksi antara lain :
-          Ibu : Ruptur uteri membakat, ibu  tidak boleh mengedan
-          Janin : Letak jantung, presentasi muka, presentasi bokong, preterm, kepala menyusul.
  1. SYARAT – SYARAT
            Syarat-syarat dari penggunaan vakum ekstraksi adalah :
-          Pembukaan serviks hampir lengkap
-          Ketuban telah pecah atau pecah
-          Tidak ada disproporsi sefalokpelpik dan disproporsi fetopelpik
-          Ukuran terbesar dari kepala janin telah lewat pintu atas panggul
-          Anak hendaknya hidup
-          Harus ada kontraksi rahim dan tidak ada tenaga mengedan
-          Lamanya waktu pemasangan mangkok pada kepala sampai dilepaskan tidak boleh lebih dari 30 menit.
  1. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
            Pada penggunaan ekstraksi vakum dapat diperoleh keuntungan disbanding dengan menggunakan tehknik lain.Seperti kita ketahui bahwa pada penggunaan vakum ekstraksi dapat digunakan pada pembukaan serviks uteri yang belum lengkap.    .Dengan menggunakan vakum ekstraksi pembukaan serrviks dapat dipercepat secara mekanik. Tetapi sebaiknya dilakukan pada pembukaan serviks >7 cm, selain itu ditemukan juga bahwa komplikasi yang biasa muncul lebih dapat di tekan.
            Tapi selain keuntungan terdapat juga kemungkinan kerugian yang dapat di derita oleh ibu dan janinnya seperti waktu melahirkan lebih lama dari forsep ( > 6 menit )
  1. KOMPLIKASI
            Komplikasi yang mungkin muncul pada penggunaan vakum ekstraksi baik yang dialami oleh ibu maupun janin antara lain :
-          Ibu : -   robekan pada serviks uteri
               -   robekan pada dinding  vagina, perineum
-          Anak :
                 - perdarahan dalam otak
                       - kaput suksedaneum artifisialis yang biasanya akan hilang sendiri
                          Setelah 24-28 jam 
  1. ALAT DAN MEKANISME KERJA
*      Alat
            Alat vakum terdiri dari :
- 1 botol vakum dengan manometer
- Beberapa cup ( mengkok terbuat dar besi ) dengan diameter 30, 40, 50, dan 60 cm

      - Selang karet
-    Rantai besi
-    Pompa tangan
-    Alat penarik khusus
-  Sarung tangan steril/sudah di DTT
§      Larutan antiseptic
§      Kain kasa steril
§      Kateter foley steril 2 buah
§      Duk steril/sudah di DTT (4 lembar terdiri dari 1 lembar bawah bokong, 1 lembar atas SOP, 2 lembar untuk tungkai )
§      Partus set
§      Oksigen
§      Perlengkapan lain : cairan infus dekstrose 5 %, RL, aquades abocath, infus set, plester, spoit disposibel masing-masing 10 cc, 5cc, 3 cc, oksitosin 2 ampul, metal ergometrin 1 ampul.
*    Mekanisme Kerja
Mekanisme kerja pada persalinan dengan menggunakan alat vakum ekstraksi adalah :
1.      Baringkan ibu dalam posisi litotomi
2.      Pasang infus dan cairan
3.      Lakukan pengosongan kandung kemih
4.      Beri antiseptic perineum dan sekitarnya dengan larutan antiseptic
5.      Siapkan alat-alat yang diperlukan
6.      Berikan narcosis umum, anastesi infiltrate atau pudendal nerveblock dengan memakai obat lidokain 2 %
7.      Lakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui posisi kepala, apakah ubun-ubun kecil terletak didepan atau belakang, kanan/kiri depan, kanan kiri belakang untuk menentukan letak tenominator
8.      Lakukan episiotomi primer dengan anestesi local sebelum mangkok dipasang pada primigravida, sedangkan pada multipara, episiotomi dilakukan tergantung pada keadaan perineum
9.      Lakukan pemeriksaan dalam ulang dengan perhatian khusus pada pembukaan, sifat serviks dan vagina, turunnya kepala janin dan posisinya
10.  Pilih mangkok yang digunakan biasanya pada pembukaan serviks lengkap digunakan mangkok nomor 50
11.  Bila semua alat sudah dipasang dengan baik, sebaiknya diuji dulu apakah ada kebocoran dengan memasang mangkok  di telapak tangan yang memakai sarung tangan sambil membuat tekanan hampa dengan pompa vakum, bila ternyata ada yang bocor maka segera lakukan penggantian mangkok tapi sebaiknya gunakan mangkok yang sesuai dengan pembukaannya.
12.  Mangkok yang sesuai dibasahi dengan air sabun streil atau antiseptic, setelah itu masukkan mangkok ke dalam vagina mula-mula dengan posisi miring dipasang dibagian terendah kepala melalui vertex pada garis tengah terdekat mungkin pada ubun-ubun kecil. Jika pada presentasi letak belakang kepala pasang mangkok pada oksiput atau sedekat-dekatnya. Jika letak oksiput tidak jelas atau pada presentase lain pasang mangkok dekat sacrum ibu
13.  Tangan 1 atau 2 jari tangan periksa sekitar mangkok apakah ada jaringan serviks atau vagina yang terjepit
14.  Lakukan pengisapan dengan pompa pengisap dengan tekanan mula-mula 0,2 kg/cm2 tunggu 2 menit, naikkan menjadi 0,4 kg/cm2 tunggu 2 menit lalu naikkan tekanan menjadi 0,6 kg/cm2 dan seterusnya sampai tekanan yang diinginkan tapi sebaiknya jangan lebih dari 0,7 kg/cm2
15.  Sebelum melakukan fraksi lakukan pemeriksaan sekali lagi apakah ada bagian lain jalan lahi yang terjepit. Fraksi dilakukan sesuai dengan sumbu panggul
16.  Bersama dengan timbulnya his, ibu diminta mengedan, tarik mangkok sesuai arah sumbu panggul dan mengikuti putaran aksi dalam ibu jari dan jari telunjuk, tangan kiri menahan mangkok agar selalu dalam posisi yang benar sedangkan tangan kanan menarik pemegang mangkok. Fraksi dilakukan secara intermitten bersamaan dengan his, jika his berhenti fraksi juga dihentikan, lahirkan kepala janin dengan menarik mangkok ke atas sehingga kepala melakukan gerakan defleksi dengan suboksiput sebagai hipomoklion dan jika kepala bayi sudah muncul diperineum salah satu rekan menyokong perineum.
Apabila kepala bayi sudah lahir, mangkok dapat dilepaskan dengan membuka keran pada botol vakum dan kemudian partus dilanjutkan seperti partus biasa
Dalam melakukan tehknik melahirkan dengan menggunakan vakum sering pula terjadi kegagalan. Hal ini disebabkan oleh tenaga vakum terlalu rendah, tekanan negative dibuat terlalu cepat, selaput ketuban melekat , bagian jalan lahir terjepit, koordinasi tangan kurang baik, fraksi terlalu kuat, cacat alat dan tesproporsi sepalopelvik yang sebelimnya tidak diketahui. Kegagalan ini dapat diketahui jika pada saat dilakukan fraksi mangkok terlepas sebanyak 3 x, dan dalam waktu 30 menit fraksi janin belum lahir. Tekanan vakum yang dianggap tidak berbahaya untuk bayi berkisar antara 0,4-0,6 kg/cm2.
  1. ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian
            *  Aktivitas /istirahat
-  Klien melaporkan adanya kelelahan
-  Klien melaporkan ketidakmampuan melakukan dorongan atau tehknik relaksasi
- Adanya letargi
            *  Sirkulasi
                  - Tekanan darah meningkat  5-10 mmHg  diantara kontraksi atau lebih.
            *  Integritas Ego
- Respon emosional dimana klien mengalami kecemasan akibat persalinan yang dialami.
- Klien kelihatan gelisa.
- Klien kelihatan putus asa
            *  Eliminasi 
       - Adanya keinginan berdefekasi pada saat kontraksi, dosertai tekanan intra abdomen dan tekanan uterus.
                   - Dapat mengalami rabas vekal saat mengedan
                   - Distensi kandung kemih
            * Nyeri atau ketidak nyamanan
                   -  Klien kelihatan meringis dan merintih akibat nyeri yang tidak terkontrol.
                   -  Timbul amnesia diantara kontraksi
 -  Klien mengatakan nyerinya tidak mampu ia control.
            *  Pernapasan
                    -  Terjadi peningkatan pernafasan.
            *  Seksualitas
                    -  Cairan amnion keluar
                    -  Pembukaan belum penuh/penuh
                    -  Janin tidak maju
Diagnosa keperawatan..
            Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada ibu dengan persalinan menggunakan vakum ekstraksi adalah :
  1. Gangguan rasa nyaman nyeri brehubungan dengan persalinan mekanik, respon fisiologis persalinan
  2. Resiko tinggih trauma fetal berhubungan dengan tindakan vakum, persalinan lama
  3. Resiko tinggi trauma maternal berhubungan dengan disfungsi maternal
  4. Ansietas berhubungan dengan persalinan lama, keletihan
  5. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan episiotomi
  6. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri.
Intervensi Keperawatan
  1. Gangguan rasa nyaman nyeri brehubungan dengan persalinan mekanik, respon fisiologis persalinan
Kriteria hasil : klien mengatakan dapat beradaptasi dengan nyeri yang dirasakan
-          Kaji denyut ketidaknyamanan melalui isyarat verbal dan nonverbal.Kaji implikasi pribadi dan budaya dari nyeri
Rasional : sikap terhadap nyeri dan reaksi terhadap nyeri adalah individual dan didasarkan pada pengalaman masa lalu, latar belakang budaya dan konsep diri

-          Kaji kebutuhan klien terhadap sentuhan fisik selama kontraksi
Rasional : sentuhan dapat bertindak sebagai destruksi, memberikan dukungan untuk tenaga dan dorongan serta dapat membantu mempertahankan penurunan nyeri
-        Pantau frekuensi, durasi dan intensitas kontraksi uterus
Rasional : mendeteksi kemajuan dan mengamati respon uterus normal
-          Informasikan klien awitan kontraksi
Rasional : klien dapat tidur dan atau mengalami amnesia parsial diantara kontraksi ini dapat merusaka kemampuannya untuk mengenali kontraksi saat kontraksi mulai dan dapat berdampak negative pada kontrolnya
-       Beri lingkungan yang tenang dengan ventilasi adekuat, lampu redup, dan tidak petugas yang tidak dibutuhkan. Lakukan prosedur keperawata diantara kontraksi
Rasional : lingkungan yang aman menimbulkan, memberi kesempatan optimal untuk istirahat dan relaksasi diantara kontraksi
-          Tinjau ulang/berikan intreuksi dalam tehknik pernafasan sederhana
Rasional : mendorong relaksasi dan memberi klien cara mengatasi dan mengontrol tingkat ketidaknyamanan.
  1. Resiko tinggi trauma fetal berhubungan dengan tindakan vakum, persalinan lama
Kriteria hasil : Menunjukkan DJJ dalam batas normal, variabilitas baik, tidak ada deselarasi.
-           Kaji DJJ secara manual atau elektrik, perhatikan variabilitas, perubahan periodic dan frekuensi dasar. Periksa DJJ diantara kontraksi dengan menggunakan doptone. Jumlahkan selama 10 menit, istirahat selama 5 menit dan jumlahkan lagi selama 10 menit. Lanjutkan pola ini sepanjang kontraksi sampai pertengahan diantaranya dan setelah kontraksi
Rasional : Mendeteksi respon abnormal, seperti variabilitas yang dilebih-lebihkan, bradikardia dan takikardia, yang mungkin disebabkan oleh stress, hipoksia, asidosis, atau sepsis
-       Perhatikan tekanan uterus selama istirahat dan fase kontraksi       melalui kateter tekanan  intrauterus bila tersedia
Rasional : tekanan istirahat lebih besar dari 30 mm Hg atau tekanan kontraksi lebih dari 50 mm Hg menurunkan atau mengganggu oksigenasi dalam ruang intravilos.    
       -   Identifikasi factor-faktor maternal seperti dehidrasi , asidosis, ansietas, atau sindrom vena kava.
Rasional: Kadang-kadang prosedur sederhana (seperti membalikkan klien keposisi rekumben lateral) meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen ke uterus  dan plansenta serta dapat mencegah atau memperbaiki  hipoksia janin.
-    Perhatikan frekuensi kontraksi uterus. Beri tahu dokter bila frekuensi 2 menit atau kurang.
            Rasional: kontraksi yang terjadi setiap 2 menit atau kurang tidak memungkinkan oksigenasi adekuat dari ruang intravilos.
      -     Kaji malposisi dengan menggunakan maneuver Leopold dan temuan pemeriksaan internal (lokasi fontanel dan satura cranial). Tinjau ulang hasil ultrasonografi.. 
Rasional: Menentukan pembaringan janin, posisi , dan presentasi dapat mengidentifikasi factor-faktor yang memperberat disfungsional persalinan.
 -   Pantau penurunan janin pada jalan lahir dalam hubungannya dengan kolumna vertebralis iskial.  
    Rasional: Penurunan yang kurang dari 1 cm/jam untuk primipari atau kurang dari 2 cm/jam untuk multipara, dapat menandakan CPD atau malposisi.
       -  Atur pemindahan pada lingkungan perawatan akut bila malposisi dideteksi pada klien PKA.
Rasional: Resiko cedera atau kematian janin/neonatal  meningkat dengan melahirkan per vagina bila presentasi selain verteks.
      -   Siapkan untuk metode melahirkan yang paling layak bila janin pada presentasi kening,kening dan dagu.
Rasional: Presentasi ini meningkatkan risiko CPD, karena diameter lebih besar dari tengkorak janin masuk ke pelvis (11 cm pada kening atau presentasi wajah, 13 cm pada presentasi dagu.
  1. Resiko tinggi maternal berhubungan dengan disfungsi maternal.
            Kriteria hasil: menyelesaikan kelahiran  tanpa komplikasi.
-         Lakukan pemeriksaan vagina steril untuk menentukan persiapan dan kematangan serviks dan posisi janin, ulangi sesuai indikasi dengan reaksi klien.
Rasional: Penonjolan lunak,parsial, pemeriksaan berulang menentukan kemajuan persalinan, tetapi untuk menghindari infeksi harus di batasi seminimal mungkin.
-         Periksa TD dan nadi setiap 15 menit.
Rasional: Mengkaji kesejahteraan ibu dan mendeteksi terjadinya hipertensi dan hipotensi.
-         Palpasi fundus untuk mengevaluasi frekuensi dan durasi kontraksi observasi stimulasi berlebihan. Catat intensitas tonus istirahat diantara kontraksi jika kateter digunakan.
Rasional: Pemantauan uterus eksternal menandakan frekuensi, bukan intensitas dari kontraksi. Stimulasi yang berlebihan menyebabkan rupture uterus dan pelepasan plasenta premature.
-         Pantau masukan dan keluaran. Ukur berat jenis urin , palpasi kandung kemih.
Rasional: Penurunan resiko infeksi atau memberikan deteksi dini terjadinya infeksi adanya kandungan mikonium, menandakan distress janin.
-         Perhatikan adanya kram abdomen, pusing,mual/muntah, adanya letargi, hipotensi dan takikardi.
Rasional: Intoksikasi air dapat terjadi tergantung pada kecepatan atau jenis cairan yang diberikan.
-         Bantu sesuai kebutuhan dengan pemasangan kateter intra uterus.
Rasional: Pemantauan internal secara adekuat memperbanyak intensitas dan frekuensi kontraksi dan membantu mengidentifikasi stimulasi berlebihan dan kemungkinan rupture uterus karena pemberian oksitosin berlebihan.
-         Observasi pencegahan yang aman berhubungan dengan penggunaan infus dan memberi label  yang tepat pada larutan oksitosin.
Rasional: Kesalahan atau fluktuasi dalam kecepatan pemberian dapat menyebabkan obat yang diberikan kurang atau berlebihan mengakibatkan tidak adekuatan kontraksi atau terjadi ruptur uterus.
4.     Ansietas berhubungan dengan persalinan lama, keletihan
Kriteria hasil : klien mengatakan ansietas dapat diatasi, dapat rileks dengan situasi persalinan.
-   Kaji tingkat ansietas klien melalui isyarat verbal dan nonverbal
Rasional : mengidentifikasi tingkat intervensi yang perlu, ansietas yang berlebihan meningkatkan persepsi nyeri dan dapat mempunyai dampak negative terhadap hasil persalinan.
-         Beri dukungan professional intrapartu kuntinu, informasikan kepada klien bahwa ia tidak akan ditinggal sendirian
Rasional : rasa takut dapat semakin berat sesuai kemajuan persalinan.
-          Anjurkan tehknik pernapasan dan relaksasi
Rasional : membantu dalam menurunkan ansietas dan persepsi terhadap nyeri dalam korteks serebral, menigkatkan rasa control.
-       Pantau DJJ dan tekanan darah ibu
            Rasional : ansietas yang lama dapat mengakibatkan ketidakseimbangan endrokrin, dengan kelebihan pelepasan epineprin dan nonepineprin, meningkatkan tekanan darah dan nadi
-       Evaluasi pola kontraksi/kemajuan persalinan.
     Rasional : meningkatkan intensitas kontraksi uterus, dapat meningkatkan masalah klien tentang kemampuan pribadi dan hasil persalinan, selain itu meningkatkan epineprin, dapat menghambat aktivitas miometrium. Stres yang berlebihan menguras glukosa sehinggah pembentukan ATP menurun untuk digunakan dalam kontraksi
-   Pantau tekanan darah dan nadi sesuai indikasi ( bila tekanan darah        tinggi pada penerimaan ulangi prosedur dalam 30 menit untuk mendapatkan pembacaan tepat saat klien rileks )
Rasional : stress mengaktifkan system adrenokortikol hipopisis-hipotalamik yang meningkatkan retensi dan resorpsi natrium dan air dan meningkatkan ekskresi kalium, kehilanhkan kalium dapat menurunkan aktivitas miometrik.
-   Anjurkan klien untuk mengungkapkan perasaan, masalah dan rasa           
            takut.
            Rasional : stress, rasa takut mempunyai efek yang dalam pada proses
Persalinan dan menambah lamanya persalinan, dimana terjadi ketidakseimbangan epineprin dan nonepineprin yang dapat meningkatkan disfunsi pola pole persalinan.
-       Pantau pola kontraktil uterus, laporkan disfungsi persalinan
Rasional: Pola kontraksi hipertonik atau hipotonik dapat terjadi bila stress menetap dan memperpanjang pelepasan katekolamin.
             -    Kaji tingkat dan penyebab ansietas, kesiapan untuk melahirkan    anak      dan orang-orang yang terdekat          
Rasional : berikan informasi dasar, ansietas memperberat persepsi   nyeri, mempengaruhi tehknik penggunaan koping dan menstimulasi pelepasan aldosteron yang dapat menigkatkan reabsopsi natrium dan air
  1. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan episiotomi
Kriteria hasil : menunjukkan luka bebas dari drainase purulen. Bebas dari infeksi, tidak pebris dan mempunyai aliran lokhial kateter normal
Intervensi :
- Kaji catatan prenatal dan intrapartal, perhatikan frekuensi                 pemeriksaan vagina dan komplikasi seperti persalinan lama yang menggunakan alat mekanis.
Rasional : membantu mengidentifikasi factor-faktor resiko yang dapat mengganggu kebutuhan dan kemunduran pertumbuhan epitel jaringan endometrium dan memberi kecenderungan klien terkena infeksi.
-   Pantau suhu dan nadi dengan rutin dan sesuai indikasi, catat adanya        menggigi, anoreksia dan malaise
           Rasional : peningkatan suhu tubuh sampai 38,3 0c dalam 24 jam pertama menandakan adanya infeksi.
      -   Kaji lokasi dan kontraktifitas uterus, perhatikan perubahan involusional atau adanya nyeri tekan uterus ekstrem
                      Rasional : fundus yang awalnya 2 cm dibawah umbilicus meningkat 1-2 cm/hari, kegagalan miometrium untuk involusi pada kecepatan ini atau terjadinya nyeri tekan ekstrem menandakan kemungkinan tahanan jaringan plasenta/infeksi
-          Catat jumlah dan bau rabas lokheal atau perubahan pada kamajuan    normal dari rubra menjadi serosa
Rasional : lokia secara normal mempunyai bau amis namun pada endometasis akan berbau busuk, mungkin gagal menujukkan kemajuan normal dari rubru ke serosa sampai ke alba
-         Infeksi sisi perbaikan episiotomi setiap 8 jam, perhatikan adanya nyeri tekan berlebihan, kemerahan, eksudat purulen, edema, atau adanya laserasi.
Rasional : diagnosa dini dari infeksi local dapat mencegah penyebaran pada jaringan uterus
-    Kaji tanda-tanda ISK atau sistitis
          Rasional : gejala ISK nampak pada hari kedua sampai dengan ketiga postpartum karena naiknya infeksi ke traktus uretra, kekandung kemih dan kemungkinan ke ginjal
 -   Berikan antibiotic spectrum luas, sampai laporan kultur / sensitifitas dikembalikan kemudian ubah terapi sesuai indikasi      
          Rasional : mencegah infeksi dari penyebaran ke jaringan sekitar atau aliran darah. Pilihan antibiotic tergantung pada sensitifitas organisme penginfeksi.
  1. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri
Kriteria hasil : melaporkan peningkatan rasa sejahtera dan istirahat
Intervensi :
-  Kaji tingkat kelelahan dan kebutuhan untuk istrahat. Catat lama persalinan dan jenis kelamin
    Rasional : persalinan dan kelahiran lama akan sulit khususnya jika terjadi malam hari peningkatan tingkat kelelahan
-    Kaji factor-faktor bila ada yang mempengaruhi istirahat.organisasikan perawatan untuk meminimalkan gangguan dan memberi istirahat serta periode tidur yang ekstra. Anjurkan untuk mengungkapkan pengalaman melahirkan, berikan lingkungan yang tenang
  Rasional : membantu meningkatkan istirahat, tidur dan relaksasi dan menurunkan ransang, jika kebutuhan tidur tidak terpenuhi dapat memperpanjang proses perbaikan pasca partum
                 -   Memberikan informasi tentang efek-efek kelelahan dan ansietas pada suplai asi.
          Rasional : kelelahan dapat mempengaruhi penilaian psikologis, suplai ASI dan penurunan repleks secara psikologis.
     -    Berikan obat-obatan misalnya analgesic.
           Rasional : mungkin diperlukan untuk meningkatkan relaksasi dan tidur sesuai kebutuhan.
     -     Anjurkan pembatasan jumlah dan lamanya waktu kunjungan
           Rasionalnya : kelelahan berlebihan dapat diakibatkan dari penggunaan waktu kunjungan yang sering dan teman-teman yang berarti.



Kriteria Evaluasi
  1. Ibu dapat melakukan adaptasi terhadap nyeri yang timbul sebagai respon fisiologis dari persalinan atau nyeri akibat tindakan mekanik.
  2. Resiko terjadi trauma maternal dapat diatasi
  3. Resiko terjadinya trauma fetal dapat dihindari
  4. Ibu dapat menurunkan stress emosional, ketakutan dan defresi akibat dari disfungsi persalinan yang dihadapi
  5. Infeksi akibat tindakan persalinan dapat dihindari
6.  Gangguan pola tidur dapat diatasi.













DAFTAR PUSTAKA
1.                                                     Murah manoe dkk, Pedoman Diagnostik dan Teraoi Obgen. 1999. FK Unhas Makassar.
2.                                                     Hanifa wileajosastro. 2002. Yankes Maternal dan Neonatal . Yayasan Bina Pustaka Sarwono prawiroharjo. Jakarta.
3.                                                     Hakimi. 1990. Ilmu Kebidanan Patoligi dan Fisiologi Persalinan. Yayasan Esentia Medica, Jakarta.
4.                                                     Mansjoer Arif,1999. Kapita Selekta Edisi 3 Jilid 1. Media Aesculapius. Jakarta.
5.                                                     Mocthar Rustam . 2000. Sinopsis Obsestri EGC Jakarta.
6.                                                     Doenges E. Marilynn. 2001. Rencana Perawatan Maternal /Bayi Edisi 2 . EGC Jakarta.










KATA PENGANTAR
            Puji syukur kelompok panjatkan kepada ALLAH SWT atas berkat nikmat hidup yang diberikan, sehingga kelompok dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Vakum Ekstraksi” .
            Kelompok sadar bahwa isi dari makalah ini masih jauh dari yang diharapkan, namun usaha dan kerja  keras untuk memberikan yang terbaik adalah tujuan utama kelompok, saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
            Ucapan terima kasih kelompok berikan kepada semua pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan makalah ini.
            Akhir kata terimakasih ……

Makassar,14 Desember 2005

Penyusun



























                     

























-                       



  



































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar